Kamu pernah nggak berkendara di malam hari tiba-tiba ada Lampu Jauh menyorot mata yang menyilaukan mata, lalu buta sesaat. Pasti sangat menyebalkan dan membahayakan bukan?
Fenomena tembak lampu jauh ini sering kali terjadi, apalagi ketika ada kendaraan dari arah yang berlawanan konsisten menyalakan lampu jauh, tanpa mempedulikan orang lain. Hal ini bisa terjadi karena banyak orang yang tidak tahu etika dan aturn menggunakan lampu High Beam. Banyak yang mengira lampu jauh digunakn hanya untuk penerangan semata, padahal ada aturan dan etika nya.
Bahaya Medis
Sebelum kita mengenal aturan apa yang diberlakukan dalam penggunaan lampu jauh, mari kita pahami dulu bahaya medis yang akan ditimbulkan oleh penggunaan lampu jauh yang sembarang. Bayangkan kamu sedang berkendara dengan kecepatan 60Km/jam lalu di arah yang berlawanan ada kendaraan yang menyalakan lampu jauh (High beam) selama 2 detik. Walau hanya 2 detik kendaraan kamu sudah melaju selama 33 meter tanpa kendali visual.
Selama 33 meter tersebut apapun bisa terjadi, bisa saja ada kendaraan lain yang rem mendadak, atau ada lubang yang tidak terlihat, sangat membahayakan bukan?
Landasan Hukum
Maka dari itu dibuat landasan hukum yang mengatur tentang High beam (lampu jauh) Menurut @TMCPoldaMetro pada akun sosial media x memberikan informasi tentang penggunaan lampu jauh pada area padat yang dijelaskan pada Pasal 48 ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang diperjelas lagi di Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, tepatnya di Pasal 24 ayat 2, yang mengatur lampu sepeda motor secara detail.
Etika Menyalakan Lampu Jauh
Gunakan lampu jauh hanya ketika kondisi jalan benar-benar minim pencahayaan, seperti malam hari di jalan sepi atau dalam cuaca buruk (kabut, hujan lebat) sehingga visibilitas terbatas.
Pastikan untuk segera menurunkannya ke lampu dekat bila bertemu kendaraan dari arah berlawanan atau berada di belakang kendaraan lain, agar tidak menyilaukan pengemudi lain dan menjaga keselamatan semua pengguna jalan.
Etika lain yang penting adalah tidak menjadikan lampu jauh sebagai mode permanen ketika penerangan jalan sudah cukup atau ketika banyak kendaraan beredar. Lampu jauh juga bisa digunakan secara bijak sebagai isyarat singkat saat mendahului, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati dan cepat kembali ke lampu dekat setelah aman. Dengan demikian, penggunaan lampu jauh bukan hanya soal teknis, tetapi juga kehormatan terhadap pengguna jalan lainnya.
Menyetir di malam hari memang penuh risiko, apalagi jika harus berhadapan dengan ‘perang lampu’ yang bikin mata lelah dan bahaya buta sesaat.
Jangan ambil risiko di jalan. Serahkan kemudi pada Driver Profesional Takarent. Seluruh pengemudi kami terlatih memahami etika dan aturan lalu lintas, termasuk penggunaan lampu jauh yang bijak. Biarkan kami yang fokus menjaga keselamatan, sementara Anda duduk tenang menikmati perjalanan.
📲 Hubungi Admin Takarent: 0813-8883-3306

